Thursday, June 19, 2014
Wednesday, June 18, 2014
Sebenarnya
Aku butuh kamu sebenarnya, aku butuh kamu di saat-saat genting
seperti ini. Di saat-saat aku harus mengambil sebuah keputusan,
setidaknya aku butuh mengetahui responmu saat aku condong ke keputusan A
ketimbang B atau sebaliknya. Meskipun saat kamu bilang seharusnya aku
pilih A, tidak selalu aku akan memilih A. Tapi toh pada akhirnya, kamu
tetap merelakan pundak, telinga, tisu, pulsa, gara-gara penyesalan atau
kesalahanku.
Aku butuh kamu sebenarnya, aku butuh tempat cerita meskipun kadang
kamu tidak tahu apa duduk perkaranya. Aku butuh teman berpikir sekaligus
yang mengetahui sebenarnya apa isi hati dan kepala ini. Aku butuh kamu
untuk sekedar mendengar, meskipun pada akhirnya kamu kebingungan harus
berkata apa. Tapi setidaknya, kamu mengerti apa yang sedang aku alami.
Aku butuh kamu sebenarnya, bukan untuk membenarkan kesalahan yang sudah aku buat. Aku butuh kata-kata “semua akan baik-baik saja” khas milikmu, meskipun terkadang aku melaluinya dengan tidak baik. Tapi, ya, kamu selalu benar. Pada akhirnya semua akan baik-baik saja.
Aku butuh kamu sebenarnya, Tapi yaaah… semua akan baik-baik saja kan? Ada atau tanpa kamu.
Aku butuh kamu sebenarnya, bukan untuk membenarkan kesalahan yang sudah aku buat. Aku butuh kata-kata “semua akan baik-baik saja” khas milikmu, meskipun terkadang aku melaluinya dengan tidak baik. Tapi, ya, kamu selalu benar. Pada akhirnya semua akan baik-baik saja.
Aku butuh kamu sebenarnya, Tapi yaaah… semua akan baik-baik saja kan? Ada atau tanpa kamu.
Subscribe to:
Comments (Atom)
