Friday, January 31, 2014

Teruntuk para pendaki.

Aku adalah gadis biasa yang iri akan segala aktivitas kalian yang begitu memukau. Pada angin aku menitip harap agar satu kali bolehlah aku dibawa terbang menyusuri satu demi satu puncak-puncak gunung yang berebut ditaklukkan. Pada langit dan awan, aku juga suka bergumam sendiri menanyakan sebagus apa sebenarnya jika dilihat dengan ketinggian yang berbeda. Masih sama kan?
 
Betapa asyiknya menenteng carrier, menggunakan jaket tebal, penutup kepala, membawa sleeping bag, menyalakan api unggun, mengambil momen dengan lensa-lensa ajaib. Dan pasti lega sekali rasanya saat mendaratkan langkah pertama di puncak gunung. Bahagia yang terlampau sederhana dari usaha yang tidak bisa dibilang sederhana. Gunung selalu menemukan ruang di hati para pendaki. Pun sebenarnya di hati perempuan penulis ini.

Apaboleh buat, dia hanyalah gadis penuh khayal yang ingin sekali dikuatkan untuk itu. Tapi Tuhan selalu tahu porsinya, aku sadar, masih banyak hal-hal memukau yang dapat kujalani penuh perjuangan, dengan senang hati, dan berlandasrasa tekad. Seperti cinta para pendaki pada gunung.
Satu saat kutemukan gunungku sendiri, yang akan kutaklukkan dengan segera.

2 comments: