Dengan senyum termanismu di sela-sela peluh
Aku hanya terdiam, sembari menata hatiku
bahkan dalam mimpipun aku tampak begitu kikuk— tidak bisa kusembunyikan kagumku yang menggebu
Sesaat ita tanpa suara, hanya ada sayup-sayup degupan jantungku yang berantakan
Sedang kamu? Tenang dalam dudukmu lalu tersenyum
Dan aku? Sekali lagi hanya terdiam lalu bangun
Bahkan dalam mimpipun kamu tak bisa lepas dari pesona, pangeranku
yang cuma hadir di mimpi— Y
No comments:
Post a Comment