satu suap, dua suap, tiga....empat...
aku menikmatinya, sesekali dengan sengaja aku melirikmu
hai lelaki yang dengan lahapnya menyantap! kamu lucu sekali sih :)
bagaimana rasanya?
kamu hanya tertawa sembari menyuruhku tetap makan
aku yang polos ini, yang ketagihan ini, mau-mau saja menyuap lagi dan lagi
bagaimanapun isi mangkuk ini tentang aku dan kamu juga kan?
tetiba suapanku berhenti
saat kamu berujar,
"Sayang, di mangkuk itu kutuang racun."Aku hanya terdiam. Diikuti jantungku, berikut rasaku.
No comments:
Post a Comment