Wednesday, April 30, 2014

Begitulah Rinduku


Sehening embun yang diam-diam takluk pada daun
Seanggun sinar mentari yang malu-malu kala pagi
begitulah rinduku.

Serapi aksara yang berbaris dalam tulisanmu
Semerdu harmoni prosa yang menjemputmu dalam rima dan diksi
begitulah rinduku.

Waktu bisa apa?
Dalam henti ataupun berjalan, rindu ini masih diam-diam, malu-malu, berbaris, menjemputmu.
begitulah rinduku.

Monday, April 28, 2014

Orang Ketiga

Sebuah Cer(super)pen

Semua orang menyalahkanku. Teman-temanmu, teman-temannya, adik tingkatmu, kakak tingkatmu, teman seangkatanku, rasanya hampir semua orang yang mengenalmu dan mengetahui hubungan kita, menyalahkanku.

Sesaat setelah kamu upload foto kita berdua di instagram, aku tahu mata-mata yang tidak mengetahui cerita kita secara lengkap pasti akan mencaci makiku sedemikian rupa.

Mereka hanya tahu, ceritamu dan dia dulunya begitu bahagia. Hingga aku datang.

Padahal mereka tidak tahu, siapa yang sebenarnya datang. Mereka juga tidak tahu siapa yang ditinggal pergi dan menunggu begitu lama. Mereka tidak tahu siapa yang bertahan dan menjadi sok kuat atas cerita bahagia itu. Mereka hanya tidak tahu, aku yang mengenalmu lebih dahulu, dan aku yang ada di dekatmu jauh-jauh hari sebelum dia datang.

Lalu apa tidak boleh sekarang giliranku? Waktuku membawamu kembali? Waktuku menjadi tempatmu pulang?

Mereka hanya tidak tahu…
Aku ada, aku selalu ada buat kamu.
"Mirnaaa, pinjem catetaaaan. Aku mau nyalin tugas ya."
"Mir, ayo nonton The Avengers."
"Mir, 10 menit kamu ga keluar dari rumah, aku bakal teror rumah kamu."
"Mir, aku suka sama Anggun."
"Mir, aku berantem sama dia."
"Mir, aku bingung mau kasih Anggun kado apa"
"Mir, tadi aku kenalan sama orangtuanya Anggun."
"Mir, aku mau curhat."
"Mir, aku bingung nih mau magang dimana"
"Mir, udah tidur? telponinin nomernya Anggun dooong aktif apa engga. Aku daritadi hubungin dia nggak bisa."
"Mirna happy birthday! Semoga masa aktif jomblonya segera habis. hahaha"
"Mir, kamu mau aku bawain oleh-oleh apa?"
"Mir, besok main yuuk."
"Mir, aku putus."
Mereka hanya tidak tahu bagaimana perasaanku sudah dibuat campur aduk selama ini.

Orang ketiga tidak selalu seorang pengganggu, terkadang dia hanya hadir karena sudut pandang yang salah. Bisa jadi, orang ketiga bagimu sebenarnya adalah orang pertama yang terlewatkan. Orang yang sedari dulu sudah ada, hanya saja tidak ada yang mau mengintip berbagai perasaan dibalik senyum palsunya.

Saturday, April 26, 2014

Mbak Ai's day

"Satu saat kamu bakal ketemu sama seseorang yang nggak menuntut kamu buat mengemis-ngemis cinta. Meskipun dia bukan orang yang ada di masala lalumu, tapi kamu harus menghargai dia dengan ketulusannya" Mbak Ai
Ya,  dan dia sudah menemukan orang itu.
 She's married now.

Dan waktu aku diundang, aaaa!! Betapa excitednya, sampai tangan dingin hihihi
Orang pasti bakal ngatain aku---waktu aku bilang temenku nikah, terus ditanya,
"temen apa? SMA? SMP? Kuliah?"
dan aku terus menerus geleng-geleng sambil bilang,
"temen blog."
"Gila kamu!" kata banyak orang.
Biarin, akhirnya aku ke Cilacap juga, dan for the first time in forever aku lihat dan peluk Mbak Ai secara langsung. Barakallahu mbak Ai :) Semoga menjadi keluarga yang bermanfaat buat semesta, yang inspiratif, dan sakinah mawaddah wa rahmah.


Tuesday, April 22, 2014

Kamu Hanya Tak Sadar


Sebuah Cer(super)pen

Aku membuka Line-ku kemarin siang, seorang laki-laki berkulit sawo matang sedang mengganti Profil Picture-nya. Kamu. Iya kamu yang sedang memakai jas almamater yang nampak fit di pundak, sembari melihat ke depan dengan tajam, tapi tidak ke kamera.
Waktu itu, aku tahu benar. Kamu sedang serius dalam diskusi. Dan waktu itu, aku faham benar kamu tidak mungkin memerhatikan detail-detail kecil seperti aku yang mengambil gambarmu diam-diam seperti ini.
Kamu hanya tak sadar.
Dan betapa bahagianya aku, saat kamu menyukai gambar itu.  Menggantinya di seluruh media sosial. Jelas saja kamu suka, kamu menawan sekali disana. Ah tapi percayalah, di kehidupan nyata, kamu lebih bisa menggenggam hati siapa-siapa yang mengamatimu selekat aku.
Kamu hanya tak sadar.
Dalam diam aku berbunga-bunga persis seperti mekarnya kuncup-kuncup teratai air, meski kamu tidak tahu siapa yang mengambil gambar itu, meski kamu tidak tahu sekencang apa degup gadis ini saat mengambil gambarmu, meski kamu tidak tahu betapa ingin gadis ini ingin masuk sedikit dalam duniamu. 
Kamu hanya tak sadar.
Bahwa ada diseberang sini, dengan atau tanpa lensa kamera yang diam-diam mengamatimu lalu mendoakan, semoga kamu lekas sadar. 

Saturday, April 12, 2014

Untuk Ibu


hari ini, hari ulang tahunnya yang ke 44.
Ibu bilang ibu tidak mau ada kado dan perayaan, apapun.
dan aku akan merayakan untuk diriku sendiri.

teruntuk ibuku, 
 
teruntuk matahari, bulan, bintangku 
Yang mengisi langitku kala aku menangis dan tersenyum
Yang menghadirkannya penuh doa dan penyemangat

teruntuk samudera, ombak, dan buih-buih di lautku
Yang menggulung semua sedih menjadi sebuah pelukan
Yang berlabuh menenangkan

teruntuk senja soreku
ibu tahu apa yang lebih indah dari cahaya oren-oren yang semburat itu?
aku tidak bohong, ialah senyummu yang begitu bahagia 
ialah rona di pipimu saat engkau berlarian dengan ceria

aku sayang sekali padamu

ibu yang susah sekali kuturuti pintanya,
aku tidak bisa menjadi dokter kecilmu, atau menjadi dosen sesuai keinginanmu
aku ingin menjadi yang lain tapi tetap akan berusaha menelponmu saat aku sibuk, yang tetap meluangkan waktu menikmati masakanmu saat ibu rindu
 
ibu yang tak percaya cinta anak juga sebesar gunung jaya wijaya
meskipun cintamu seperti pengunungan everest, meski katamu cinta anak tak ada seperempat dari cinta ibu,

percayalah padaku, seterlihat tidak cintanya aku padamu, aku sudah berusaha mencintaimu, menyebutmu di baris doaku, dan mencoba membuatmu bangga meski kadang aku salah kaprah

teruntuk perempuanku yang paling hebat sedunia,
ibu terkuat yang pernah ada,
percayalah ribuan orang mencintaimu.
percayalah matahari, bulan, bintang itu selalu ingin melihat tawamu
percayalah samudera, ombak, dan buih-buih selalu ingin melautkan pedihmu
percayalah senja sore akan lakukan apa saja untuk menghiburmu
dan percayalah, anakmu ini sedang berusaha mencintai sehebat dirimu, mencipta senyummu, menghapus tangismu, menguatkanmu

Percayalah padaku, ibu adalah wanita paling kuat di dunia
dan Allah akan selalu memeluk dan mengabulkan doamu, meski tak secepat lari Aliya menuju kamarmu.

Selamat berbahagia di sisa hidup bu, anakmu ini memang nakal
tapi sayangnya setengah mati, sampai menggugu waktu menulis surat ini.

Thursday, April 10, 2014

Ada yang Salah (1)


Ada yang salah dengan sistem pendidikan kita. .
Aku memang bukan orang yang mendalami dunia pendidikan sedalam itu, bukan juga orang-orang tipe kajian yang memiliki berbagai data valid lalala yeyeye, aku hanya doyan mengamati lalu menggumam sendri. Nah, ini salah satu dari  bentuk gumamanku, mungkin.
Ingat tidak jaman SMA? Saat sekolah kita habis-habisan menyemangati muridnya agar lulus UAN 100%? atau memberikan reward untuk mereka-mereka yang meraih nilai sempurna dalam UAN? saya masih ingat. Tapi sayang banyak dari mereka (SMA) yang lupa bahwa sebenarnya bukan disitu letak keberhasilan sekolah, bukan mencetak banyak peraih nilai seratus, atau memiliki anak didik yang nilai UANnya paling tinggi se-kota, provinsi, bahkan nasional, tidak. Tujuan sekolah adalah mencetak orang-orang terpelajar. Yang nantinya, bakal menjadi penerus-penerus bangsa ini, seperti kata Pramoedya,
 “Seorang terpelajar harus sudah bersikap adil sejak dalam pikiran, apalagi perbuatan”
Kalau boleh saya berpendapat, siswa-siswa seperti itulah yang harus lebih dihargai. Karena secara tidak langsung, kita membentuk mindset para siswa untuk menomer satukan “nilai bagus”. Padahal, bagaimanapun, moral yang nantinya akan dipertanggungjawabkan, bukan nilai di atas kertas. Menurut saya, cobalah sekolah-sekolah memberikan penghargaan untuk siswa paling menginspirasi, siswa paling berjiwa sosial, siswa paling sopan, atau siswa paling rajin, tanpa embel-embel nilai mereka harus sempurna blablablabla. Setidaknya kembalikan pola pikir “akhlak adalah nomer satu”. 
Ingatkah kalian saat jual beli kunci jawaban UAN lagi in? Saya sempat mengalaminya, di SMA saya,  walaupun tidak sebanyak di SMA lain, termasuk SMA yang tidak lepas dari pangsa pasar penjual kunci jawaban. Lalu para siswa yang masih ragu dengan kemampuannya ditambah lagi dengan mindset tidak lulus itu bodoh dan memalukan—-menjadi begitu berusaha mendapatkan kunci jawaban. Strategi urunanpun digelar, lalu briefing menjelang UAN tentang tatacara bagaimana cara mendapatkan kunci hingga menyalin kunci tanpa sepengetahuan pengawas. Mereka takut dicap gagal, tapi sebenarnya mereka yang mengecap diri mereka sendiri seperti itu *maaf*.

Monday, April 7, 2014

semoga tak salah memilih pundak!



semoga apik selalu dijaga semangat dan kontribusinya, semuanya juga ya!
TANGGAP TANGGON TRENGGINAS :)

europe or aussy!

next studies, i wish!

Jomblo, eh single maksud saya

Yang jomblo, single maksudku, tinggal yang di tengah 

yang jomblo, lagi-lagi maksudku single, tinggal 2 kerudung ungu


ngga ngerti, cuma pengen ngepost gini aja.
hahaha ngga penting ya?

kalau gampang, emang bukan prinsip namanya. SEMANGAT!
maapin, aku ngga bakal kasih traktiran gara-gara aku jadian, traktiranku aku akumulasiin ntar pas di resepsi ya.
kalian bisa makan sepuasnya disana hahaha

semoga selalu bisa menjaga diri ya sahabat-sahabatku :)


Sunday, April 6, 2014

Memetakan Mimpi (1)

Impian adalah baik bagi setiap orang, karena berhenti bermimpi seakan tak ada gunanya hidup. Flat, hanya let it flow. Terkadang we have to make our own wave! Not just follow the flow. Semua orang harus punya mimpi, seperti sebuah atau beberapa destinasi-destinasi yang akan kita tuju sewaktu kita mengayuh sepeda. Kamu punya? Aku punya, banyak. Hingga rasanya kadang aku terlalu banyak bermimpi hingga bingung bagaimana harus memulai untuk meraihnya.

Beberapa pekan ini aku hilang arah, hidup hanya sekedar mengayuh-mengayuh-dan mengayuh. Aku lupa dimana saja aku harus berhenti dan dimana aku tidak boleh berhenti. Aku lupa beristirahat, dan aku lupa kemana sebenarnya tujuan terbesarku. Melelahkan bukan? Bisa kamu bayangkan? Ini sama saja membuang-buang waktumu percuma.

Lalu harus bagaimana? ITU PERTANYAANNYA.

Tuesday, April 1, 2014