Tuesday, April 22, 2014

Kamu Hanya Tak Sadar


Sebuah Cer(super)pen

Aku membuka Line-ku kemarin siang, seorang laki-laki berkulit sawo matang sedang mengganti Profil Picture-nya. Kamu. Iya kamu yang sedang memakai jas almamater yang nampak fit di pundak, sembari melihat ke depan dengan tajam, tapi tidak ke kamera.
Waktu itu, aku tahu benar. Kamu sedang serius dalam diskusi. Dan waktu itu, aku faham benar kamu tidak mungkin memerhatikan detail-detail kecil seperti aku yang mengambil gambarmu diam-diam seperti ini.
Kamu hanya tak sadar.
Dan betapa bahagianya aku, saat kamu menyukai gambar itu.  Menggantinya di seluruh media sosial. Jelas saja kamu suka, kamu menawan sekali disana. Ah tapi percayalah, di kehidupan nyata, kamu lebih bisa menggenggam hati siapa-siapa yang mengamatimu selekat aku.
Kamu hanya tak sadar.
Dalam diam aku berbunga-bunga persis seperti mekarnya kuncup-kuncup teratai air, meski kamu tidak tahu siapa yang mengambil gambar itu, meski kamu tidak tahu sekencang apa degup gadis ini saat mengambil gambarmu, meski kamu tidak tahu betapa ingin gadis ini ingin masuk sedikit dalam duniamu. 
Kamu hanya tak sadar.
Bahwa ada diseberang sini, dengan atau tanpa lensa kamera yang diam-diam mengamatimu lalu mendoakan, semoga kamu lekas sadar. 
(non)fiktif

No comments:

Post a Comment