Tidak berhenti sampai situ. Sewaktu pulang dari kampus ke rumah, saya ditabrak dari belakang, brakk, untungnya saya berhasil menjaga keseimbangan motor saya, hanya kaki kiri yang terbentur bagian depan motor cukup keras. Awalnya saya merasa baik-baik saja, tetapi sesampainya di rumah saya tidak tega bilang ke ibu saya dan selepas saya bercerita, saya masuk kamar.
Saya curhat sama Allah dan menangis sejadi-jadinya. Ya Tuhan, saya kok sial sekali, nasib saya kok begini… lalu dengan kalapnya saya mendikte Tuhan. Ya Tuhan, saya sudah melakukan ini, ini, ini,ini, tapi kenapa kok malah hal seperti ini yang saya dapatkan? Kenapa waktu hamba salah sedikit saja Engkau langsung menghukum hamba seperti ini? Lalu kembali, saya menangis, lagi.
Maha Benar Allah atas segala firmanNya….
Saya menangis lagi, bukan karena protes pada Allah kali ini, bukan. Tapi saking terharunya. Allah menjawab hal-hal yang berkelebat di kepala saya dengan cepat,
"Nasibmu ada pada Allah, (bukan kami yang menjadi sebab) tetapi kamu adalah kaum yang sedang diuji." QS An Naml 47.
adalah jawaban Nabi Saleh saat kaum Samud menyalahkannya soal nasib buruk yang menimpa mereka.Ya, saya sedang diuji dan saya khilaf sudah kufur selama ini, menyalahkan orang lain atas nasib saya, terbesit protes dan mendikte Allah sedemikian rupa. Jangan tiru saya ya, tulisan ini dibuat agar teman-teman semua terus khusnuzan sama Allah. Bahwa semua ada masanya, kita hanya harus bersabar di segala masa. Bersabar atas kebaikan yang datang pada kita, dan mampu bersabar pula atas nasib buruk yang menimpa kita.
"Apa yang ada di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal. Dan Kami pasti akan memberi balasan kepada orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan." QS An Nahl 96.Semoga kita saling sabar ya! -Aji Nur Afifatul Hasna-
No comments:
Post a Comment