Wednesday, December 18, 2013

Jangan Jatuh Cinta Padaku

Kamu akan kesusahan bila jatuh hati padaku. Bagaimana bisa? Seperti yang kau tahu, aku tidak cantikhal itu yang banyak dikhawatirkan para perempuan. Aku kurus, hitam, berkacamata, kulitku kering. Maaf, aku sudah dengan beraninya mencintaimu. Memang siapa aku? Mungkin bila orang lain melihatku berjalan di sampingmu mereka akan bilang, 
"Suaminya ganteng, sayang sekali ya istrinya jelek." Kamu harus sering-sering menguatkan hatimu. Nanti kamu malu saat ke undangan sahabat-sahabatmu dan membawaku serta kesana.

Kamu juga akan kesusahan bila nantinya menghabiskan waktu bersamaku. Aku tidak mau bekerja di kantor, seperti perempuan-perempuan lain. Aku hanya ingin menjadi ibu rumah tangga, lalu kubuka usaha milikku sendiri. Pasti kamu bingung dari mana mencari uang untuk modal istrimu ini yang belum tentu juga usahanya akan berjalan lancar. Nanti kamu kerepotan, sudah susah memikirkan pekerjaanmu, masih saja ikut pusing memikirkan usaha istrimu.

Aku cerewet sayang, kamu akan kesusahan. Kamu bakal sering menutup kedua telingamu mendengarku mengabsen barang bawaanmu, mengingatkan ibadahmu, mengomelimu karena terlambat makan atau terlalu keras bekerja, serius kamu akan lelah sendiri mendengarnya. Belum lagi kamu kewalahan mendengarku bercerita macam-macam tentang hidup atau mengajakmu berdiskusi di pagi hari bahkan sebelum tidur. Aku bukan perempuan anggun yang pendiam dan tenang. Belum lagi aku suka panik, sayang. Panik saat kudengar sedikit saja kamu sakit, atau saat masakanku terlalu asin, atau nantinya saat kamu tidak pulang-pulang. Pasti kamu sebal HPmu kubombardir pesan menanyakan kamu ada dimana.
 
Sayang, aku bukan perempuan yang kuat seperti yang kamu kira. Dibalik aku yang terlihat kuat, kamu akan sering menemukan aku yang diam-diam menangis sesenggukan sendiri. Kamu pasti akan kesusahan menenangkanku, waktumu tersita hanya untuk memberikan pundakmu saat aku butuh.  Aku cengeng, sayang. Saat marah saja, aku lebih suka menangis daripada meluapkannya. Aku tidak mau kamu menyesal jika kamu tahu ternyata aku serapuh itu.

Aku tidak sealim yang lain, kerudungku juga tidak sepanjang perempuan-perempuan baik di sekitarmu. Kamu tidak malu aku masih saja berusaha menambah hafalanku yang belum berjuz-juz sepertimu? Oh ya, satu lagi. Aku suka mengurusi orang lain. Dari dulu ayahku mengajarkan seperti itu. Waktumu pasti berkurang....


Masihkah kamu betah denganku? Aku tidak suka laki-laki yang susah mengambil keputusan, atau tidak peka, dan malas-malasan. Hingga terkadang jika seperti itu, aku tidak berhenti mengingatkanmu. Aku berlebihan ya? Dan lagi.....aku suka menulis, terlebih tentangmu. Lalu aku akan sering menghampirimu sembari menyodorkan hasil tulisanku. Aku takut kamu akan terganggu, kamu bakal sering membuang waktumu percuma dengan membaca tulisan-tulisanku yang baguspun tidak. 

Maaf. 

Tapi sayang, aku pendengar yang baik, aku juga suka belajar. Akan kuusahakan bisa memasak masakan kesukaanmu atau menjahit bajumu yang lubang, kamu harus menambah kadar sabarmu sedikit lagi, aku juga suka memberikan surprise kecilwalaupun seringkali tidak membuatmu terkejut. Yang paling penting aku betah diajak bersusah-susah dan mau menata masa depan bersamamumenjadi keluarga yang hebat dan saling menguatkan. Ah sayang, hanya seperti itu yang aku sanggup.

Jangan jatuh cinta padaku, menyusahkan ya?


No comments:

Post a Comment