Kau bertahan dengan janjimu
Sedari senja menggulir malam
Berapa lama waktu ku tempuh
Ku masih menunggu
Ku masih menunggunya
Senyum aku dibalik nelangsa
Dulu kita punya satu rencana
Tentang dunia kita
Seolah begitu mudah percaya
Berujung indah
Manisnya janji-janji
Seiring fajar melepas malam
Sembari hari mengikat janji
Setulus hatimu yang ku tahu
Temukan aku tuk kau berlabuh
Ku masih menunggu
Ku masih menunggunya
Senyum aku dibalik nelangsa
Dulu kita punya satu rencana (Janji- Maliq & D'Essentials)
Kita memang hanya bisa merencana. Tuhan yang menentukan. Dia sudah tuliskan skenario yang tidak bisa ditebak jalan ceritanya, bila semudah itu namanya bukan skenario Tuhan. Hidup tidak sesederhana FTV yang sudah bisa diprediksi sejak kita melihat judul, atau bahkan melihat tokoh di ceritanya. Karena dalam hidup, kita adalah partikel dan tidak sendirian. Antarpartikel itu memiliki interaksi tertentu. Saling bergesekan, saling menolak, jadilah dia bereaksi. Dan reaksi satu dengan yang lain berbeda, Tuhan selalu punya rencana, tidak hanya Plan A-Z, bahkan lebih dari itu.Tebak saja, kamu akan kesusahan.
Mengutip seseorang di masa lalu
"Tuhan memang yang menentukan semuanya, tapi apa salahnya kita berdoa?"Dan aku terus berdoa, bukan untuk kedatangannya, bukan untuk khayalan yang indah, bukan untuk terealisasinya rencana-rencana dulu, bukan tentang janji manis yang ditepati. Tapi aku berdoa, semoga satu saat yang terbaik datang dan tidak lagi mengajakku menggambar rencana, tapi menggambar dunia. tidak lagi mengungkap janji, tapi datang dengan realisasi. Sehingga aku takmelulu menebak-nebak dia datang atau tidak. Sehingga aku tidak dibuatnya menunggu sekian tahun lamanya.
cukup senyum nelangsanya, tidak lagi. Jangan lagi....
No comments:
Post a Comment