Fenomena menarik, ah entah kenapa. Bukan maksud menjelekkan, bukan. Hanya saja kita perlu mengambil hikmah dari apa yang terjadi selama ini, menjadikan motivasi dan semangat untuk perbaikan.
Ini tentang beberapa orang disekitarku, keislaman mereka bagus, ibadah mereka jos, mereka tergabung dalam rohis, tapi sayang kepekaan mereka terhadap sekitarnya kurang. Seharusnya yang menjadi perbedaan antara orang yang paham agama dengan orang awam adalah tingkah laku dan cara mereka bermasyarakat. Tapi ini yang banyak dilupa. Habluminallah bagus, tapi habluminannasnya kurang sekali. Padahal kita berinteraksi di masyarakat, dan interaksi itulah yang bisa kita angkat sebagai poin-poin ibadah kita.
Di dua kelas, aku bersama teman-teman yang paham agama ini, mereka laki-laki. Dan aku paling tidak suka lelaki yang tidak tanggap dan tidak peka terhadap apa yang terjadi di sekitarnya, kenapa bagiku nggak banget? Karena laki-laki adalah imam, bagaimana bisa disebut imam yang baik bila gerakpun mereka enggan. Suka gemes sendiri liatnya. Membetulkan proyektor, menarik layar LCD, pun sekedar mengambil penghapus di depannya saja tidak tergerak, apalagi ikut kepanitiaan :)
Ya Rabb, Islam tidak mengajarkan seperti ini dan jangan sampai orang-orang malah melihat dan mengecap buruk Islam lewat orang-orang yang lebih paham agama seperti mereka. Ayolah berbenah, Bukalah sedikit mata dan hatimu dengan ciptaan Tuhan lainnya, jangan melulu fokus pada diri sediri saja. Bukankah hakikatnya Islam adalah rahmatan lil alamin dan kalian itu khalifatullah?
Semoga bisa lebih baik ya! Dan satu lagi, jangan menutup diri hanya sebatas berteman dengan mereka-mereka saja, jangan mengeksklusifkan meski pada akhirnya di masyarakat kita akan terbagi menjadi kubu-kubu.
Wallahua'lam.
No comments:
Post a Comment