lalu dengan bebasnya kupeluk dingin, aku menangis di pundaknya---saat kutahu rinduku taksampai padamu
hujan berkhianat, dia lebih memilih bungkam ditemani mendung yang sendu
tak ada waktu untuk merintik rasaku ini dan memaketkannya hingga sampai ke ujung-ujung jemarimu...
hangat, harusnya kau rasa hangat.
tapi tak ada ya?
di sela basah itu, harusnya ada rinduku yang telah sampai di ambang pintumu, menelusup jendela, merangkak ke dipan
namun nyatanya, tak ada hangat, kini kau menggigil di tengah terpaan rinai-rinai deras itu
aku dan kamu hanya seperti jendela dan barisan hujan
ditakdirkan saling jatuh cinta, tapi tidak bisa jatuh bersama.
| beverlygilbert.blogspot.com |
yakali pas ujan jatuh jendela rumahmu ikutan runtuh dek -__- ini mirip novel deh warna ijo sampulnya novel apa ya hujan dan teduh bukan?
ReplyDelete