Selangkah anak perempuan keluar dari rumah tanpa menutup aurat, maka selangkah juga ayahnya itu hampir ke neraka. Selangkah seorang isteri keluar rumah tanpa menutup aurat, maka selangkah juga suaminya itu hampir ke neraka - HR Bukhari dan Muslim
picture by : hijab alila
Ada cerita yag tidak pernah hilang dari ingatanku soal hadist ini. Satu saat, aku hanya bercanda kepada ibuku, aku bilang aku akan memakai jilbab dengan hanya disampirkan dan tidak menutup sebatas dada. Lalu ibuku menimpali dengan candaan,
"Ya sudah, sana keluar sana." aku hanya tertawa sambil kubenarkan jilbabku.
"Aku masih sayang sama abah kok mi." kataku. Lalu abahku lewat...
"Lha apa hubungannya?" abah kebingungan.
"Katanya, kalau anak gadis keluar auratnya nggak nutup, ayahnya ikutan mampir ke neraka bah." jawabku, ekspresi abah langsung berubah. Lalu dengan sigap beliau mengecek jilbabku, dilanjutkan berlari ke ruang makan tempat adik perempuanku sarapan sebelum berangkat sekolah.beliau mengecek satu persatu anak gadisnya.
"Mbak, pakai kerudungnya yang benar ya, nggak kasian abah? abah kan juga nggak mau masuk neraka." aku tertawa saat mendengar abah mengatakan seperti itu dengan ekspresinya yang kebingungan, lalu lega setelah melihat adikku juga sama menutup auratnya. ***Cerita di atas jangan terlalu diambil hati, diambil hikmahnya aja hahaha. Bagaimanapun tujuan semua aturan itu untuk kebaikan, namanya juga aturan kan? Untuk mengatur---supaya tertata. Percaya aja deh, pasti ada kebaikannya. Nggak banyak yang mikir negatif, nggak suka digodain, dan lain-lain, kalau aku sih lebih ke merasa aman dan nyaman aja. Selebihnya bahkan masih banyak hikmahnya yang bakal jadi berlembar-lembar kalau diulas satu persatu.
" ....wajib atas mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya. (QS an-Nur [24]: 31)" Al Quranpun juga berkata demikian. Turunnya langsung dari Allah lho, ehm! jangan pura-pura ngga liat! :p
Yang sudah berjilbab monggo disempurnakan, pelan-pelan. Sayang kan....enakan mampir berdua sama ayah ke surga mehehe

No comments:
Post a Comment