Terkadang terlalu dingin untuk diartikan, terlalu singkat untuk dikisahkan.
Itulah kamu dan hadirmu.
Dan kenanganmu seperti becek yang masih menggenang hingga esok pagi.
Bekas berbekas, terlebih bila ciprat-ciprat itu menari setelah dihempas dan berbaring pasrah pada rok putih milik seorang gadis
Layaknya hujan deras semalam,
Menggertak atap-atap rumah, mencaci anak kucing yang mengeong sendirian
Itulah kamu dan hadirmu
Dan janjimu seperti payung-payung yang dikembangkan
Katanya bakal melindungi, nyatanya tetap basah
Ah, baiklah
perasaanku juga layaknya hujan deras semalam
Sudah reda, sekarang sudah pagi
No comments:
Post a Comment