Aku hanya mendengarnya dari cerita Niswah, tentang laki-laki penakluk gunung itu, Aku pikir, siapa yang tidak kagum pada perangainya? Pada kecintaannya terhadap Tuhan? Pada pengetahuannya? Pada kegemarannya membelai salah satu ciptaan terindah Tuhan : gunung!
Ah, laki-laki penakluk gunung itu bisa menggenggam hati banyak orang. Pun gadis yang selalu berharap bisa ikut mendaki salah satu gunung ini, meski salah satu gunung terendah saja....tapi ia masih terlalu takut.
Aku dengar dia mau menaklukkan Rinjani bulan Juni nanti. Sebenarnya, kalau kau intip benak ini, ada ratusan pertanyaan bak kupu-kupu pada musim pascaulat bulu. Beterbangan siap hinggap. Bagaimana rasanya udara di atas puncak gunung? Bagaimana rasanya mengejar matahari terbit? Apa kakimu tidak sakit? Apa yang pertamakali terpikir saat berada di puncak gunung? Tidak takut jatuh? Tidak takut mati? Sudah berapa gunung yang kau jelajahi? Tidak maukah kamu ambilkan beberapa gambar untukku, agar aku yang iri ini bisa ikut mencicipi manisnya pemandangan di atas sana meskipun hanya dari ponsel kecil? Tidak sakit kan? Atau lelah? Bagaimana persiapannya? Mengapa begitu cinta dengan gunung? Dan blablablablabla. Sudah kubilang, banyak sekali....
Akhir kata, gadis ini hanya gadis pemalu yang belum pantas bersanding menaklukkan gunung berdua dengan laki-laki penakluk gunung itu. Maka cukuplah dia diam mengamati dari jauh, hanya mendengar cerita Niswah, lalu dipanjatkan doa-doa sederhana. Semoga selalu dilindungi Allah. Selamat pergi-pulang Rinjani!
Hati-hati! Meskipun kau baca saja tidak :)
No comments:
Post a Comment