Friday, March 28, 2014

dicari : future husband yang kaya gini hahaha

Jangan Cintai Aku Apa Adanya- Tulus

Tak sulit mendapatkan mu
Karena sejak lama kau pun mengincarku

Tak perlu lama-lama
Tak perlu banyak tenaga
Ini terasa mudah
Kau terima semua kurangku
Kau tak pernah marah bila ku salah
Kau selalu memuji apapun hasil tanganku
Yang tidak jarang payah

Reff:
Jangan cintai aku
Apa adanya
Jangan
Tuntutlah sesuatu
Biar kita jalan
ke depan

Kampanye dan Dangdut

hai, apik lagi uring-uringan nih habis lihat foto-foto kampanye parpol. Lama-lama sistem pemilu seperti ini udah nggak baik lagi ya. Bukannya mendidik, malah merusak. Bukannya bersaing sehat, malah saling menjatuhkan. Bila di kancah pemilihan saja sudah seperti itu, gimana waktu di pemerintahan nanti?


Yap kampanyeee, kampanye. Sebenernya apik ngga mempermasalahkan dangdutnya hanya sifat mempopulerkan dangdut yang tidak elegan (baca:seronok) dan timingnya berada di masa-masa kampanye itu yang kurang nyaman di hati. Memang sih kampanye itu merupakan salah satu upaya marketing, marketing is blood of a company. Tapi coba deh dipikir, kalau menawarkan suatu produk dengan cara yang "tidak elegan" menurut kalian apa produknya bagus? Apa produknya berkualitas? hehehe. Kembali lagi ke kampanye yah.... Kampanye memang merupakan upaya menggiring sebanyak-banyaknya masa ke bilik suara. Rogers dan Storey (1987) mendefinisikan kampanye sebagai “serangkaian tindakan komunikasi yang terencana dengan tujuan untuk menciptakan efek tertentu pada sejumlah besar khalayak yang dilakukan secara berkelanjutan pada kurun waktu tertentu” (Venus, 2004:7). See? berkelanjutan. Kalau secara berkelanjutan dijejelin hal-hal yang tidak elegan seperti ini ya... 

"mau dikataaaaaaa....kan apalagiiiii (raisa)" hahaha

Tujuan kampanye sendiri menurut Pfau dan Parrot merupakan upaya perubahan yang dikaukan terkait aspek pengetahuan, sikap, dan perilaku (Pfau dan Parrot, 1993:10). Nah tiga aspek itu kemudian oleh para ahli dianggap mesti dicapai untuk sinergi dan menciptakan perubahan.

Menjadi wakil rakyat, ataupun menjadi kepala mulai daerah hingga negara tentunya bukan orang biasa. Mereka seharusnya luar biasa dan juga cerdas. Harapannya, bisa melakukan perubahan dan upaya pencerdasan. Well, pada akhirnya kampanye yang seperti ini hanya membuat masyarakat kita berpikiran sempit. Mendengarkan janji-janji, lalu nyanyi, njoget, dangdutan, saweran, Ya Tuhan. Mau dibawa kemana Indonesia?

Kampanye seharusnya menghadirkan terobosan-terobosan untuk membangun, sehingga pada akhirnya orang berlomba-lomba untuk mengerjakan kebaikan. Kampanye sebagai ladang amal, baik yang berkampanye maupun objek kampanye. Para petinggi parpol sudah lebih taulaaah cara-cara yang membangun kan semuanya orang hebat dan pinter-pinter. Gencarin aja pembangunan-pembangunan! bangun jalan, infrastruktur, bina desa, seminar-seminar masyarakat desa yang dikemas seru, dll. Sehingga dana yang diberikan negara nantinya akan jadi dana bergulir untuk membangun dan bersifat jangka panjang dan pada akhirnya negara tidak perlu bekerja dua kali karena sudah sinergi dengan parpol. 


tagline beritanya : ****** mulai kampanye, dangdut menjadi senjata utamanya :((

tagline beritanya : Goyangan Hot penyanyi dangdut menjadi daya tarik kampanye
Please! hahaha

Gimanapun kayanya susah gitu yaa menerapkan kampanye-kampanye yang sehat dan mendidik, tapi come on kita harus berpikiran maju dan jangan melulu kuno dengan seneng dengan model promosinya parpol yang seperti itu. Mungkin kalau masyarakat cerdas dan nggak suka sama tipe kampanye yang seperti itu, parpol juga pelan-pelan merubah gaya kampanyenya.

Maaf ini cuma pendapat dari anak kecil yang masih belum tahu soal seluk beluk politik. Cuma iseng aja ngomong, cuma punya doa dan menaruh harap untuk negrinya yang butuh orang-orang yang mengubah menjadi lebih baik lagi! Indonesia harus terdidik! Jangan malah dangdutan, joget, sawer, yang ujung-ujungnya mendidik pornografi, ngga takut semesta marah? hehehe

Tau nggak kenapa dulu Romawi, Portugis, dan Spanyol jatuh? Karena mereka kalah di bidang pendidikan dan ilmu pengetahuan. Tahu nggak kenapa sekarang Singapura menjadi negara maju? Karena bapak Lee Kuan Yew itu orang hebat yang ingin Singapur menjadi negara yang disiplin, bermoral, dan beradab. See? Ketika negara-negara lain sudah mendewasakan diri dan berupaya menjadi bijak dengan menjadi negara terdidik, Indonesia masih betah dan nyaman dengan suasana yang seperti ini. Yuk buka mata, hati, telinga. Dan berbenah, bukan saling nyinyir dan mengutuk lho ya....sama aja dong ngga kelar-kelar. hehe

 SEMANGAT BERUBAH, INDONESIAKU!

Thursday, March 27, 2014

Caraku, Cara Waktu

Hujan saja faham, bagaimana aku merindumu. Dia rintikkan rinai-rinai yang separuh seperti bisikmu. Sayup tapi syahdu. Begitulah cara waktu menguji rindu.

Lewat senja sore, kutitipkan sebaris salam hangat. Semoga di belahan bumi lain ada pahlawan kecilku yang menatapnya malu-malu. Kamu ikhlas kan, senja?

Kuatur hela nafasku, sedikit terengah-engah saat aku ingat laluku. Yang begitu asin saat ternyata ada luka yang menganga begitu lebar. Pe-rih.

Tapi tetap saja, aku yang bodoh ini masih mendoakanmu diam-diam. Tidak mau berharap macam-macam, tidak menunggu, tidak pula duduk manis di bangku tempo hari bermimpi kamu datang.

Hanya sekedar meminta pada Tuhan agar dia menjagamu. Karena kesempatanku telah habis beberapa waktu lalu. 


Membakar Kenangan


Siang ini terik sedang menjadi-jadi. Mungkin tiga jam saja menari di bawah sinar matahari, mukamu sudah belang. Banyak orang memakai masker saking panasnya, sebagian yang lain malas bergerak dan memilih meneduh di ruang berAC. Tapi tak begitu dengan Amirah, ia memberanikan diri dipanggang matahari. Dia santai saja, sambil beberapa kali menggumam pada diri sendiri melihat recent update di berbagai social media tentang betapa panasnya hari ini, manusia itu aneh diberi hujan mengeluh diberi panas pun sama.
Sebenarnya ada hal yang begitu penting hari ini, hingga ia rela sedikit menghitam. Amirah ada janji dengan Baha. Janji pukul satu siang. Tapi berkali Amirah melirik jam tangan, sahabatnya itu belum juga muncul. Amirah duduk menunggu di kursi dekat bundaran, meluruskan kaki setelah  berjalan lumayan jauh. Dua puluh menit berselang, city car milik Baha akhirnya tampak di pelupuk mata. Dihentikannya mobil silver itu tepat di depan Amirah.
“Masuk tuan putri.” Baha membukakan pintu.
“Untung aku tuan putri baik hati, kalau tidak, kuadukan kamu pada paduka raja. Ini jam berapa hey...”
“Maaf tadi dosennya belum keluar-keluar. Mau kemana kita?” Tanya Baha penasaran, karena sampai detik ini Amirah belum memberi tahunya tentang tujuan mereka.
“Aku mau bakar-bakar.” Ujar Amirah.
“Bakar apa? Lemak?” Baha terkekeh sendiri, Amirah melengos.
“Ya kali. Mau bakar kenangan!” Baha tertawa lagi, namun tampaknya tidak lucu karena sedikitpun Amirah tidak ikut tertawa.
“Kamu serius?”
Amirah mengangguk.
Setelah setengah jam mencari tempat, akhirnya mereka sampai juga di samping tanah lapang luas yang sebagian besar dipenuhi rumput liar. Baha menghentikan mobilnya. Ada bekas bakar-bakar sampah di sudut kiri dan plang “Dijual” di tengah-tengah tanah yang luasnya sekitar 500 meter persegi ini. Disini memang kompleks perumah baru yang masih sepi, jadi mereka berdua sepertinya dapat dengan bebas membakar kenangan. Apa katanya tadi? Membakar kenangan? Ya, membakar kenangan....
“Terus mana yang mau kamu bakar?” Tanya Baha.
Amirah mengeluarkan satu kotak seukuran 30x15cm dari tas kresek bawaannya. Sambil menunggu, Baha mengambil minyak tanah yang barusan mereka beli dari bagasinya.
“Yakin mau dibakar?” Seketika Baha merasa pertanyaannya salah, karena beberapa saat setelah itu mata Amirah dipenuhi air yang berebut turun. Ia berkaca-kaca. Tapi tetap dikuatkannya untuk mengangguk.
            Dari kotak merah marun itu, Amirah mengeluarkan surat-surat, beberapa foto, gantungan kunci,  dan benda-benda lainnya. Api menyala di atas kenangan itu. Amirah hanya tersenyum.
“Lega ya?” tanya Baha When one door closses, another opens. You gonna get your new bright memmories. Promise me, nggak ada nangis-nangis lagi ya?” lanjutnya.
 Amirah mengangguk.
“Iya! Janji! Eh tapi kalau berhenti nangisin dia, terus nangisin orang lain lagi gimana?”
“Bzzzzzz, ya makanya tuan putri hatinya dijaga. Jangan asal diberi sama orang yang ngaku-ngaku pangeran. Dikasihnya sama yang beneran serius naik kereta kuda sama bapak-ibunya dan tiba-tiba ngetuk pintu istana terus izin ke paduka raja mau bawa kamu ke istananya.”
“Hahahaha, setujuuuuu!”
“Yah, dia udah ketawa aja, inget tadi nangis liatin kenangan yang dilalap api.” Goda Baha, Amira hanya tertawa, sedetik kemudian dia mendaratkan cubitan mendarat di lengan Baha. ***

Tuesday, March 25, 2014

Selamat pagi sayang!


Jika aku adalah terbenamnya matahari, maka engkau adalah siluet senjaku
Dimana tidak ada waktu untuk menatapmu lekat, terlalu pekat dalam tenggelamku

Jika masing-masing dari kita bertanya, dimana sanggup jarak terkikis
Maka, entah dimana letak jawaban tersembunyi

Jika kau terpejamku, maka antara aku dan kamu hanya sebatas kedipan mata
Begitulah sebuah siklus, dalam nyata aku sendiri, dalam mimpi aku berdua

Percayakah Tuhan menguatkan perasaan seseorang meski hanya dari bunga tidur?
Aku percaya, seminggu ini dalam lelap kita bertemu, dalam terang benderangnya pagi aku mengucap rindu

Sunday, March 23, 2014

puasa


ini hanya sepotong dari seloyang rindu, yang tiada habis kau gigit
teruntuk pecinta nastar, nissin waffer, dan makanan pedas :
ada berjuta rasa saat kamu hilang, ada serangkaian lapar datang menghadang.
aku ingin makan, mencicipi lagi rasanya kau cintai sebaliknya.

tapi tak boleh, sabar sayang
akan indah saat buka tepat pada waktunya

Saturday, March 22, 2014

Ima !



 Kali ini curhat sedikit tentang Ima, iya, ima yang kapan hari sempat saya post. Yang kerudungnya selalu hijau dan pinter ngaji.
Seneeng banget dia sudah lebih atraktif dan terbuka. Nggak melulu diem dan pemalu kaya biasanya. Yang nggak mau pisah sama Isa dan cuma bisa geleng, angguk, dan gigit jari. Alhamdulillaaah Ima sekarang sudah banyak ngomongnya, nggak cuma pas kebelet pipis aja. Bahkan dia ngajak saya foto! hihi Ima keciiiil, dan lihaaat pinter kan dia maju ke depan kelas waktu ditanya cita-citanya mau jadi apa?

Ima kecil mau jadi guru ternyata :)
belajar yang pinter ya sayaang!
jadi anak sholihah kebanggaan ayah ibu!





Friday, March 21, 2014

Cinta (dari) Kata Orang

Pernah kamu jatuh hati pada seseorang hanya dari kata orang?
konon dia begini, dia begitu

Pernah kamu mendoakan seseorang meski yang didoakan hanya ada dalam kata orang?
Hanya "katanya" tapi tak tahu bagaimana nyatanya
Entah ada, entah tidak ada

Pernah?
Ternyata jatuh hati tidak perlu muluk-muluk
cukup dari Kata Orang.

Hai, kapan kamu jadi "kataku" ?
:)

Bertubi-tubi Sun Sayang


Maret adalah agenda bertiga, biasanya…2 tahun silam. Sebelum masing-masing puya kehidupan perkuliahan sendiri-sendiri.
hari ini adalah hari tengah-tengah, antara ulang tahun ima (paling kanan) kemarin, dan ulangtahun annisa (kiri) besok.
Sekarang udah gede gini makin kerasa, yang penting bukan surprisenya. Tapi doanya.
Selamat berproses sahabat-sahabatku! Semoga bertambahnya umur kian menjadi cerminan untuk kian bertambahnya kedekatan pada Yang Maha Baik.



Afifah dan Annisa

yang kamu temukan di saku seragam biru putihmu
 
Hai ima, apa kabar?
Jangan tanya soal berapa banyak rindu yang menumpuk, karena sudah tidak terhitung satu-satu.

Kamu nggak tahu, gimana kangennya kita berdua sama sesi nginep bareng, main unoterus yang kalah dikasih bedak. Kamu juga nggak tahu, tiap lewat lorong-lorong di pasar betapa pengennya buat sekedar ngelilingin seantero pasar bertiga, cengeng satu, cengeng dua, dan cengeng tiga. Kamu nggak tahu kan?

Kamu nggak tahu kita berdua kadang diem sendiri waktu jalan cuma berdua, soalnya ada yang biasanya ayun-ayunin tangan-tangan kita. Nggak tahu kan kamu? Kita berdua kangen tauuuuuk! Kangen sama duduk-duduk bertiga di tribun, atau kita ngetok-ngetokin pintu kelasmu gara-gara kamu yang masih sibuk sendiri, jalan-jalan bareng, hunting foto, nggosip, muterin botol buat truth or dare, wisata kuliner, pulang ngangkot bareng, dan blablabla....

kita masih remaja kah im? Apa sudah dewasa? Kok mendadak jadi anak kecil yang matanya berkaca-kaca?

Hari ini harusnya, kalau masih sekota, kalau makassar-malang kaya dari MAN 3 ke Surabi Imut, pasti kita sudah kasih surprise sedemikian rupa meskipun suka gagal atau suka kamu usir dari rumah. Yah mungkin jarak bisa membuat kita sama-sama memberi ruang untuk berfikir, betapa mahalnya kebersamaan, betapa mahalnya peluk kamu. Kangen tauuuuk!

Selamat ulangtahun sahabatku, semoga semakin dekat dengan Yang Sudah Kasih Tahun ke-19. Baik-baik ya anak rantau, jangan lupa makan. Meskipun kamu jauh disana, jangan pernah merasa sendirian, ada doa-doa kita.



jaman masih bisa peluk-peluk ima :"


Tuesday, March 11, 2014

Mengantuk

Malam ini selepas diminta Aliya kecil untuk mendongeng, lagi-lagi aku dibuat bersyukur berkali-kali...

Aliya menarik-narik tanganku sambil dengan raut mengantuk, setelah aku berhasil diseretnya ke atas kasur, dia menyodorkanku dua buku cerita. Aku disuruh membacakan cerita super pendek khas anak kecil. Adikku ini untungnya dia memilih dua buku yang mengenalkan dia pada Tuhannya : Nabi sayang Allah dan Nabi sayang anak-anak. Selalu dua buku ini, ya, favoritnya. Setelah satu buku cerita rampung dibacakan, dia mulai memalingkan muka sambil mencari posisi yang paling nyaman untuk tidur. Tepat setelah buku kedua dan doa sebelum tidur selesai kubacakan, dia mulai terpejam dengan nyamannya. Rasanya damaaai sekali. Rupanya adikku sudah dipeluk kantuk yang hebat sedari tadi.

Namanya juga Yang Maha Hebat, Dia sudah merancang sedemikian rupa. Petang tadi, al-quran bercerita tentang salah satu ayat,
" Ingatlah ketika Alah membuat kamu mengantuk untuk membuat ketentraman dari-Nya....." Al Anfal 11.
Kadang, aku suka mencaci diri sendiri yang kantuknya tidak terkendali. Kalau tugas menumpuk apalagi, kantuk dijadikan kambing hitam. Padahal siapa yang kurang baik memanajemen waktu? Kita sering lupa mensyukuri, menghakimi tanpa memahami. Padahal kantuk itu membuat tenteram. Coba kita tidak diberi Allah kesempatan untuk tidur, bagaimana rasanya? Tidak ada waktu istirahat. Coba sewaktu kita ingin hari ini cepat berlalu lalu memaksa mata ini terpejam, tapi tiba-tiba dia mogok, kita tidak diizinkan mengantuk. Bayangkan bagaimana rasanya?

Manusia Sarat Nilai


Selasa malam selalu menjadi hari favoritku, kuliah manajemen strategi! Bukan soal materi kuliahnya, tetapi dosennya. Karena di tiap pertemuannya, akan banyak sekali pelajaran yang bisa dipetik, membuat kita sadar bahwa selama ini kita belum melakukan apa-apa, tidak ada apa-apanya, dan tidak berhak sombong. Kuliah kali ini bukan sekedar manajemen strategi bisnis atau organisasi, bukan hanya menyoal analisis SWOT, implementasi rancangan bisnis, dan sistem manajemen bagi perusahaan, tapi soal values tiap individu. Tidak hanya perusahaan yang harus mempunyai rencana strategis, diri kita juga.

Dalam kehidupan, setiap manusia harus punya nilai-nilai yang ia bawa. Dan jika ingin baik, maka bawalah nilai-nilai kebaikan. Karena dalam hidup, setiap detik adalah mengambil keputusan, Mulai sedari membuka mata saat bangun tidur, kamu sudah dituntut mengambil keputusan, mau bangun, mau sholat, mau makan, atau mau tidur lagi? Pun langkah berikutnya, apakah mau masuk kuliah? Atau bolos saja? Semua itu adalah permainan keputusan. Selanjutnya, mau jadi apa itu terserah kita. Dan sebaik-baik keputusan, sudah bulat : yang melibatkan Tuhan di dalamnya (kita yang butuh Tuhan. Manusia kadang lupa, bahwa selalu ada kekuatan besar yang menggerakkan semesta ini)

Seperti kataku tadi, tidak hanya perusahaan atau organisasi diri kita sendiri juga butuh rencana strategis. Butuh visi yang jelas, butuh sebuah sistem. Sehingga kata-kata going with the flow  itu tidak akan pernah berlaku lagi karena bersama arus itu membosankan, hanya mengikuti dan tidak pernah menentukan. Bukankah lebih asyik menjadi ombak yang mencipta arus? Menggulung lautan, menggerakkan kapal-kapal, mengikis bebatuan keras.Jangan sampai hanya mengikuti arus, karena jika semua berhenti maka kamu akan hilang. Tenggelam.

Lalu, di umurmu yang sekian ini, sudahkah punya rencana strategis yang jelas? Atau setidaknya visi besar yang kamu usung sepanjang hidupmu dengan misi, tujuan, program kerja, dan budgeting yang mendukung?

Belum?

Begitulah manusia, terlalu sok sibuk.

Monday, March 10, 2014

Teratai



Hari ini adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh Pras. Dia menanti matahari ke pangkuan bundanya, berharap lekas diganti bulan yang menawan. Ya, Pras menunggu malam tiba. Sedari tadi dia cemas bukan kepalang, menghitungi waktu yang dirasa lamban sekali. Ah dia lupa, semua terasa lamban bila dinanti, dan akan terasa cepat bila dinikmati. Tapi tetap saja, Pras benci menikmati penantiannya, ia terlalu tergesa-gesatipikal ambisius.

                Sebenarnya tidak ada yang spesial hari ini, masih tetap bersekolah seperti hari lain. Masih tetap mencari-cari alasan untuk sekedar lewat ke depan kelas XII IPA 3, lalu mencuri pandang ke bangku kedua dari depan, deret paling kanan. Ada seorang perempuan yang indahnya seperti bunga mawar. Mempesona tapi berduri, maka dari itu Pras tak berani mendekat. Ialah Rosa, si bunga mawar yang berkali ingin Pras petik. 

                Rosa pula yang menyebabkan Pras begitu gencar menunggu malam. Apalagi malam nanti akan purnama, saatnya membuat ramuan cinta! Ya Tuhan, kalau bukan karena jiwa muda anak seumurannya, lantas apa lagi yang menjadi sebab dia menjadi gila? Si Pras sedang terinspirasi sebuah ensiklopedi perpustakaan beberapa minggu lalu. Dibacanya sebuah kisah tentang teratai dan sepertinya ini adalah salah satu cara menghilangkan duri si bunga mawar.  Pras akan dengan mudah memetiknya, mendapatkan Rosa.

                Dahulu kala, di zaman angka romawi menjadi alat berhitung para ksatria, hiduplah seorang peri air yang konon cantik jelita. Kulitnya putih langsat, setiap inchinya adalah keindahan bagi siapa-siapa yang melihat. Namun tidak bagi Hercules, ksatria gagah ini entah mengapa sudah terlanjur jatuh pada hati seorang gadis dan baginya karena hanya ada satu hati maka juga hanya ada satu cinta, tak bisa lagi dibagi-bagimaka tidak diliriklah peri air itu. Seberapa keras peri air berusaha, hati Hercules juga semakin keras. Sudah bulat hati ini untuk Megara.

                Kegigihan seorang Hercules makin membuat peri air leleh, perempuan mana yang tidak tertarik pada tegapnya, sikapnya yang baik, tutur katanya yang bijak, hingga segala A-Z Hercules menjadi potongan-potongan cerita yang ia koleksi. Peri air semakin gila dengan perasaannya, meluap hingga ia takmampu lagi menahannya. Padahal bukan cinta namanya bila ia tak baik. Pras hanya tak sadar ini namanya ambisi, bukan cinta. Hanya ambisi yang merasa dua perasaan harus saling memiliki, ambisi pula yang dengan bodohnya sok menjadi pahlawan dengan perasaan yang harus segera diutarakan, sedangkan cinta? Walaupun tidak bersamapun bukankah namanya tetap cinta? Walau tidak diungkapkan cinta juga tetap cinta kan? Sudah kubilang cinta itu baik. Mendoakan saja sudah dihitung cinta, melihat diam-diam juga tetap cinta, melindunginya dari jauhsemua orang juga tahu itu cinta.

                Sepertinya peri air sudah terjebak dalam ambisinya sendiri yang dia pikir cinta, maka ketika Hercules kian berlari kencang, peri air makin berusaha berlari mengejarnya meski itu artinya meninggalkan perairan yang menjadikannya hidup. Pada akhirnya peri air sesak sendiri. Ia kalang kabut karena pergi terlalu jauh dari air. Suhu badannya meninggi, ia kepanasan belum lagi hatinya, yang kian panas saat tangan Megara berada di genggaman laki-lakinyaHercules! Peri air tidak tahan lagi, dia menyerah, diseretnya tubuh putih yang kian pasi itu mencari air. Dilema, antara lebih baik mati atau mengakhiri perih yang sedang menghukum tubuhnya lewat mencari air dengan lekas.

    Dimana air? Ternyata peri air tidak tahan lagi.

                Lalu dilihatnya satu danau kecil, peri air bergegas menujunya, tapi terlambat dia keburu kehabisan detak nadi. Peri air cantik ini kehilangan nyawanya. Tapi semesta berkata lain, ia mengasihani peri air yang lembut nan ringkih ini, direngkuhnya badan lunglai milik peri air. Ternyata, sebelum ketulusan berubah menjadi ambisi, peri air menyimpan begitu banyak doa dan senyum untuk Hercules, itu satu-satunya yang masih menyisa dalam hati peri air. Ialah cinta yang menjadikan jiwanya tetap hidup, dan ialah ambisi yang menjadi sebab dirinya mati seperti ini. Semesta tersentuh lagi, atas musyawarah diubahnya peri air menjadi sebuah bunga yang bisa membuat siapa-siapa terperangah. Membuat yang melihatnya jatuh cinta pada doa diam-diam miliknnya yang dikirim untuk Hercules.
              
             Adalah teratai namanya, yang mekar tiada bandingan, meskipun di air keruh.

 Doa diam-diam ternyata hebat juga, menjadikan jiwa hidup meski cinta masih tak punya tempat untuk bermuara. Di bawah purnama, peri air kini berubah menjadi teratai wangi yang indah, siapapun yang memetiknya bisa membuat ramuan untuk menaklukkan hati. Ya, tapi itu konon. Konon katanya, teratai di bawah purnama adalah obat bagi siapa-siapa yang ingin menaklukkan hati seseorangdengan menggunakan doa diam-diam peri air.
           
             Pras  bahagia tiba-tiba, senja mulai memantulkan cahaya oren. Berarti setelah ini malam! Dia bisa membuat ramuan penakluk. Tanpa tunggu aba-aba, Pras bergegas mencari kolam teratai agar dipetiknya satu untuk dijadikan pelengkap rencananya.
           

Saturday, March 8, 2014

Tulisan Balasan

Aku sering membayangkan, bagaimana rasanya ditumpahkan dalam cerita. Ditulis begitu romantis sedemikian rupa. Dituangkan dengan kolaborasi perasaan yang berbunga-bunga. Tapi tidak pernah.

Aku sering berimajinasi, terbang melayang ke bulan karena paragrafmu itu. Tertulis disitu sosokku dengan segudang pilihan kata. Tapi tidak mungkin terjadi.

Aku tidak akan bisa menjadi baris dalam aksaramu, dimana setiap cinta bebas naik ke permukaan. Dimana hati-hati berhak jatuh membacanya.

Tidakkah kau berkenan menulis satu tulisan balasan untukku? Atau setidaknya menggambarkan satu dan banyak hal yang ingin aku tahu. Tentang sedang apa kamu disana? Tentang pemandangan dari kedua matamu yang berhasil kau tangkap tanpaku? Tentang detil waktu yang kau habiskan untuk menyulap lamanya waktu demi mempercepat pertemuan? Ah tapi tidak mungkin.

untuk para calon imam di muka bumi

"halo para lelaki, saran saja, carilah calon istri yang cerdas, bermoral, dan sholehah. Sebab beberapa tahun ke depan, sepertinya tahun-tahun yang berat bagi anak-anak kita. Tahun dimana moral dan religiusitas menjadi nomer sekian. Setidaknya partnermu nanti harus bisa diajak berjuang bersama untuk membangun sekolah pertama bagi anak-anakmu."

Friday, March 7, 2014

:D

"Kalau pada bilang buat apa memperjuangkan seseorang yang tidak mau diperjuangkan, saya bilang : buat apa memperjuangkan seseorang yang belum tentu jodoh kita."

Sekelumit (lagi) soal cinta

Jangan atas namakan dia cinta, kalau pada nyatanya dia membawamu pada maksiat. Jangan atas namakan dia cinta, kalau dia tidak mengantarkanmu lebih dekat pada Rabbmu - Pak Sukri

Yap, prolog itu dari guru biologi SMAku yang super sekali. Selepas pengajian kemarin, kami bertemu Pak Sukri, beliau bercerita banyak sekali. Meskipun singkat pertemuan kami, tapi semuanya bermakna. Beliau bercerita soal ilmu pengetahuan, spirit keIslaman, kolaborasi, dan cinta. Mungkin akan saya post berbeda-beda (kalau niat) mehehe

"Kolaborasi itu sesuatu yang baik. Kalau misal satu partikel hanya bisa mengangkat 70 Newton, jika berdua minimal tiga kalinya atau bahkan hingga tujuh kali. Dalam hukum fisika semua itu sudah diatur. Dan kolaborasi yang paling baik jika ada cinta. Cinta yang seperti apa? Yang karena Allah. Ingat, seorang bujang jarang sekali bisa membangun rumah sendiri."
"Kalau yang masih nggak punya pacar, dibilang ngenes, dibilang kasian, justru siapa yang kasian? Anak-anak muda ini semua salah persepsi, yang demikian dibilang pemikirannya nggak modern, padahal siapa sebenarnya yang tidak mengedepankan ilmu? Orang-orang modern itu menggunakan ilmunya, apa beda dengan masa jahiliyah dulu  saat zina dimana-mana? Sekarang ya seperti itu, kembali lagi kuno."
"Cinta itu harus karena Allah, harus bisa menambah kedekatan kita pada-Nya. Jangan bilang itu cinta kalau malah mendekatkan kita pada maksiat. Jalan barenglah, pegang-pegangan, goncengan. Itu nafsu! Rek, semua itu sudah diatur dengan indah oleh Allah, dengan sebuah ikatan, dengan sesuatu yang sakral. Seperti anak bapak, sekarang umurnya 26 tapi ketika bapak tanya sudah ada pacar atau belum dia jawab dia tidak mau menyakiti seseorang jadi dia memilih untuk tidak pacaran."
Cinta, yah cinta...semakin hari aku makin memahami, kalau cinta itu menjaga. Bukan yang kamu gandeng kemana-mana, yang ketemuan setiap hari, yang...yang seperti itu kaliah juga faham kan? Kalau kata Pak Zaki, semua sudah digariskan oleh Allah. Jodoh, rezeki, kematian, Qadr, tinggal bagaimana cara kita meraih dan kebermanfaatannya. Itu yang Allah nilai.

Jadi, mulai sekarang kalau cinta sama seseorang dipikirkan baik-baik. Cinta itu selalu baik, yang tidak baik adalah nafsu. Maka dipikir lagi, itu cinta atau nafsu. Kalau cinta?

"Ya Allah, terimakasih sudah kau berikan hamba kesempatan mencintai seseorang. Saya titipkan lagi padaMu Ya Rabb, nanti saya ambil kembali kalau saya sudah siap."

Thursday, March 6, 2014

Matahari

Aku rindu menjadi bulanmu, yang kau pandangi tak habis-habis, yang bulat sempurna seperti cintamu. Tapi matahari dan bulan tidak pernah ditakdirkan bersama ya? Mereka terpisah jarak dan waktu, meskipun sama-sama punya langit, tapi tidak dengan kebersamaan. Matahari dan bulan tidak bisa saling menggenggam, karena bersatu berarti membuat semesta hancur. Bumi hancur, langit hancur, orbit hancur, mimpi, harapan, semuanya....

Aku rindu menjadi bulanmu, yang kau puji tiada ujung, yang kau jaga dengan doa dari jauh. Tapi matahari selalu menjadi terbukanya mata, sedang bulan adalah terpejamnya. Lalu bagaimanakah kedua mata dapat menyaksikannya sekaligus? Sudah kubilang, tak ada kata satu bagi matahari dan bulan. Matahari hanya berjanji akan selalu ada, ya dia memang ada, tapi tidak untuk bulan. Mereka tidak satu orbit. Matahari akan selalu ada bagi siapapun, kecuali bulan. Dan pada akhirnya, bulan lebih rela dia berada di dekat bumi.

Aku rindu menjadi bulanmu, yang kau culik dalam mimpimu. Sebagaimana tiap lelap bercerita, tentang dongeng matahari dan bulan yang berjodoh. Sayang, bangun....

Jalan Ini

Memilih jalan ini nggak dosa kok, kamu nggak perlu merasa bersalah. -bijak.Jala

Sudah satu tahun lebih aku meniti jalan ini, hampir dua tahun tepatnya. Tapi tetap saja, aku sedang pura-pura meniti jalan yang lain. Aku berbohong kepada banyak orang bahwa aku sedang menempuh jarak sekian kilo di jalan yang lain, jujurku tak berpihak pada jalan yang kupilih selama ini.

Aku kucing-kucingan, dengan semuanya. Dengan amanah, dengan pengabdian, dengan kontribusi. Aku berusaha menghapus setiap inchi jejakku yang tercium oleh hidung para pengembara. Ya, pengembara selalu mengatakan : Jalan yang benar adalah itu, bukan ini. (Bukan yang ku tempuh selama ini, melainkan yang pura-pura kutempuh). Sedang kupikir tak ada salahnya dengan jalan ini, hanya sedikit berliku dan pemandangannya tak sebagus jalan itu. Kamu tidak akan mati jika lewat sini, justru kamu akan belajar lebih daripada yang selama ini mengaku pengembara, tetapi melewati jalan yang nyaman-nyaman saja. Di jalan ini kamu akan rasakan angin gurun yang panas, akan merasa bagaimana caranya mempertahankan pijakan kaki di belokan yang curam, bagaimana memanajemen bekalmu, ah banyak.  Sayang si pengembara tak mau dengar.

Aku lelah, aku lelah berpura-pura. Aku ingin mengaku saja, bahwa selama ini aku tidak menempuh jalan itu. Tapi pengembara sudah terlanjur mengumumkan pada semua penduduk desa, bahwa orang-orang yang lewat jalan ini harus diasingkan, mereka membawa wabah. Padahal nyatanya, aku masih sehat-sehat saja.

Tolong, tolong aku.

Tuesday, March 4, 2014

Al A'raf 179


Dan sungguh, akan Kami isi neraka jahannam banyak dari kalangan jin dan manusia. Mereka memiliki hati, tetapi tidak dipergunakannya memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka memiliki mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah) dan mereka mempunyai telinga, (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengarkan (ayat-ayat Allah). Mereka seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat lagi. Mereka itulah orang yang lengah." Al A’raf 179
— 
sudahkan punya hati, mata, dan telinga untuk dipergunakan dengan baik? Atau sekarang sedang sibuk mengoleksi dendam, iri, syuudzan, dan para penyakit hati lainnya? Atau sedang melihat yang tidak seharusnya? Atau lebih memilih mendengarkan lagu merdu dan gunjingan tentang teman yang tidak kalah merdunya?
the choice is yours.

Sederhana saja

Ibu, aku tidak akan meminta Tuhan untuk membuat aku kembali ke dalam rahimmu. Aku hanya meminta pada Tuhan, semoga aku senantiasa diberi sifat Rahim, sepertimu.

Aku adalah gadis sederhana, yang sangat ingin hidup sederhana. Tidak ingin bekerja muluk-muluk menjadi anggota dewan, menteri, karyawan bergaji tinggi di Multi National Coorporation, atau dirut di perusahaan BUMN, dan yah yang bergelimang uang dan jabatan lainnya. Aku tidak ingin. Aku hanya ingin menjadi seorang wirausaha yang mengutamakan asas persaudaraan, tolong menolong, dan kerjasama. Tidak bermimpi omzetku nanti hingga milyaran, tidak. Hanya bermimpi usahaku nanti bisa menghidupi hajat hidup orang banyak. Tidak mengharap profit yang tinggi, bagiku membantu satu sama lain saja sudah cukup. Karena berbagi selalu bisa menghidupi hati.

Aku tidak mau rumah mewah yang besar, bertingkat, dan luas, tetapi tiap jengkalnya tidak pernah tersentuh kasih sayang. Aku mau rumahku adalah bentuk pertanggungjawaban terhebatku pada Gusti Allah yang sudah memberikanku lebih-lebih.  Maka daripada kesusahan mempertanggungjawabkan di depanNya, kupilih saja rumah sederhana yang tidak besar tapi cukup untuk anak-anakku bermain petak umpet, cukup untuk suamiku nyaman di ruang manapun, cukup untuk kami sekeluarga membuat kue lebaran bersama di malam takbiran, cukup untuk keluarga kecilku berkumpul bersama. Nanti, ruang tamu saja yang sedikit besar. Aku suka kedatangan tamu, jadi kami selalu termotivasi untuk bersilaturrahmi dan menggambarkan begitu senangnya keluarga kecilku menyambut tamu-tamu. Oh ya, tidak lupa dengan taman kecil di depannyabiar nanti anak-anakku bisa tahu fase-fase kehidupan makhluk lain, biar mereka belajar. Tumbuhan saja diciptakan diam tetapi membantu nafas kami, maka jagoan kecilku, yang diciptakan bisa bergerak berlarian kesana-kemari harus bisa membantu nafas-nafas banyak orang.

Oh ya terkait jurusan yang aku tekuni saat ini, Akuntansi. Jujur saja aku tidak ingin menjadi seorang akuntan melaporkan keuangan ini itu, mencatat dengan rapi, tidak. Aku bukan orang teknis. Aku ini pelupa dan gampang sekali bosan. Ayah ibuku tahu hal ini, jadi aku harap mereka maklum atas apa-apa yang terjadi kemudian kalau aku tidak menyempatkan diriku mencicipi dunia akuntansi. Ma-ti bo-san. Lalu jadi apa? Haha, masih dengan kenaifan dan mimpi kecilku yang meluap-luap, aku ingin menikmati bangku kuliah di psikologi. Agar bisa mengamati banya hal, mempelajari kejiwaan, dan mengobati jiwaku sendiri : yang rindunya suka tidak tertata, yang terlalu sering berpura-pura kuat, yang cepat merasa cemas, yang suka menakutkan banyak hal. Lalu aku bisa membantu orang lain, mendengarkan ceritanya, bersama-sama memetakan jalan keluar, ah pasti seru. Aku punya banyak objek untuk diamati setiap harinya. Sudah kubilang aku bukan orang teknis, jiwaku lebih suka bertualang.