Lewat senja sore, kutitipkan sebaris salam hangat. Semoga di belahan bumi lain ada pahlawan kecilku yang menatapnya malu-malu. Kamu ikhlas kan, senja?
Kuatur hela nafasku, sedikit terengah-engah saat aku ingat laluku. Yang begitu asin saat ternyata ada luka yang menganga begitu lebar. Pe-rih.
Tapi tetap saja, aku yang bodoh ini masih mendoakanmu diam-diam. Tidak mau berharap macam-macam, tidak menunggu, tidak pula duduk manis di bangku tempo hari bermimpi kamu datang.
Hanya sekedar meminta pada Tuhan agar dia menjagamu. Karena kesempatanku telah habis beberapa waktu lalu.
dari notes yang terselip di ponsel niswah
No comments:
Post a Comment