Thursday, March 27, 2014

Caraku, Cara Waktu

Hujan saja faham, bagaimana aku merindumu. Dia rintikkan rinai-rinai yang separuh seperti bisikmu. Sayup tapi syahdu. Begitulah cara waktu menguji rindu.

Lewat senja sore, kutitipkan sebaris salam hangat. Semoga di belahan bumi lain ada pahlawan kecilku yang menatapnya malu-malu. Kamu ikhlas kan, senja?

Kuatur hela nafasku, sedikit terengah-engah saat aku ingat laluku. Yang begitu asin saat ternyata ada luka yang menganga begitu lebar. Pe-rih.

Tapi tetap saja, aku yang bodoh ini masih mendoakanmu diam-diam. Tidak mau berharap macam-macam, tidak menunggu, tidak pula duduk manis di bangku tempo hari bermimpi kamu datang.

Hanya sekedar meminta pada Tuhan agar dia menjagamu. Karena kesempatanku telah habis beberapa waktu lalu. 


ditulis desember tahun lalu, 
dari notes yang terselip di  ponsel niswah

No comments:

Post a Comment