yang kamu temukan di saku seragam biru putihmu
Hai ima, apa kabar?
Jangan tanya soal
berapa banyak rindu yang menumpuk, karena sudah tidak terhitung satu-satu.
Kamu nggak tahu, gimana kangennya kita berdua sama sesi
nginep bareng, main uno—terus
yang kalah dikasih bedak. Kamu juga nggak tahu, tiap lewat lorong-lorong di
pasar betapa pengennya buat sekedar ngelilingin seantero pasar bertiga, cengeng
satu, cengeng dua, dan cengeng tiga. Kamu nggak tahu kan?
Kamu nggak tahu kita berdua kadang diem sendiri waktu jalan cuma
berdua, soalnya ada yang biasanya ayun-ayunin tangan-tangan kita. Nggak tahu
kan kamu? Kita berdua kangen tauuuuuk! Kangen sama duduk-duduk bertiga di
tribun, atau kita ngetok-ngetokin pintu kelasmu gara-gara kamu yang masih sibuk
sendiri, jalan-jalan bareng, hunting foto, nggosip, muterin botol buat truth or
dare, wisata kuliner, pulang ngangkot bareng, dan blablabla....
kita masih remaja kah im? Apa sudah dewasa? Kok mendadak
jadi anak kecil yang matanya berkaca-kaca?
Hari ini harusnya, kalau masih sekota, kalau makassar-malang
kaya dari MAN 3 ke Surabi Imut, pasti kita sudah kasih surprise sedemikian rupa
meskipun suka gagal atau suka kamu usir dari rumah. Yah mungkin jarak bisa
membuat kita sama-sama memberi ruang untuk berfikir, betapa mahalnya
kebersamaan, betapa mahalnya peluk kamu. Kangen tauuuuk!
Selamat ulangtahun sahabatku, semoga semakin dekat dengan
Yang Sudah Kasih Tahun ke-19. Baik-baik ya anak rantau, jangan lupa makan. Meskipun
kamu jauh disana, jangan pernah merasa sendirian, ada doa-doa kita.
![]() |
| jaman masih bisa peluk-peluk ima :" |

No comments:
Post a Comment