Tuesday, March 25, 2014

Selamat pagi sayang!


Jika aku adalah terbenamnya matahari, maka engkau adalah siluet senjaku
Dimana tidak ada waktu untuk menatapmu lekat, terlalu pekat dalam tenggelamku

Jika masing-masing dari kita bertanya, dimana sanggup jarak terkikis
Maka, entah dimana letak jawaban tersembunyi

Jika kau terpejamku, maka antara aku dan kamu hanya sebatas kedipan mata
Begitulah sebuah siklus, dalam nyata aku sendiri, dalam mimpi aku berdua

Percayakah Tuhan menguatkan perasaan seseorang meski hanya dari bunga tidur?
Aku percaya, seminggu ini dalam lelap kita bertemu, dalam terang benderangnya pagi aku mengucap rindu



No comments:

Post a Comment