Jika aku adalah
terbenamnya matahari, maka engkau adalah siluet senjaku
Dimana tidak ada waktu
untuk menatapmu lekat, terlalu pekat dalam tenggelamku
Jika masing-masing
dari kita bertanya, dimana sanggup jarak terkikis
Maka, entah dimana
letak jawaban tersembunyi
Jika kau terpejamku,
maka antara aku dan kamu hanya sebatas kedipan mata
Begitulah sebuah
siklus, dalam nyata aku sendiri, dalam mimpi aku berdua
Percayakah Tuhan
menguatkan perasaan seseorang meski hanya dari bunga tidur?
Aku percaya, seminggu ini dalam lelap kita bertemu, dalam
terang benderangnya pagi aku mengucap rindu
No comments:
Post a Comment