Memilih jalan ini nggak dosa kok, kamu nggak perlu merasa bersalah. -bijak.Jala
Sudah satu tahun lebih aku meniti jalan ini, hampir dua tahun tepatnya. Tapi tetap saja, aku sedang pura-pura meniti jalan yang lain. Aku berbohong kepada banyak orang bahwa aku sedang menempuh jarak sekian kilo di jalan yang lain, jujurku tak berpihak pada jalan yang kupilih selama ini.
Aku kucing-kucingan, dengan semuanya. Dengan amanah, dengan pengabdian, dengan kontribusi. Aku berusaha menghapus setiap inchi jejakku yang tercium oleh hidung para pengembara. Ya, pengembara selalu mengatakan : Jalan yang benar adalah itu, bukan ini. (Bukan yang ku tempuh selama ini, melainkan yang pura-pura kutempuh). Sedang kupikir tak ada salahnya dengan jalan ini, hanya sedikit berliku dan pemandangannya tak sebagus jalan itu. Kamu tidak akan mati jika lewat sini, justru kamu akan belajar lebih daripada yang selama ini mengaku pengembara, tetapi melewati jalan yang nyaman-nyaman saja. Di jalan ini kamu akan rasakan angin gurun yang panas, akan merasa bagaimana caranya mempertahankan pijakan kaki di belokan yang curam, bagaimana memanajemen bekalmu, ah banyak. Sayang si pengembara tak mau dengar.
Aku lelah, aku lelah berpura-pura. Aku ingin mengaku saja, bahwa selama ini aku tidak menempuh jalan itu. Tapi pengembara sudah terlanjur mengumumkan pada semua penduduk desa, bahwa orang-orang yang lewat jalan ini harus diasingkan, mereka membawa wabah. Padahal nyatanya, aku masih sehat-sehat saja.
Tolong, tolong aku.
yakin saja, dengan jalan ini kamu akan sampai, dengan selamat.......
No comments:
Post a Comment