Aliya menarik-narik tanganku sambil dengan raut mengantuk, setelah aku berhasil diseretnya ke atas kasur, dia menyodorkanku dua buku cerita. Aku disuruh membacakan cerita super pendek khas anak kecil. Adikku ini untungnya dia memilih dua buku yang mengenalkan dia pada Tuhannya : Nabi sayang Allah dan Nabi sayang anak-anak. Selalu dua buku ini, ya, favoritnya. Setelah satu buku cerita rampung dibacakan, dia mulai memalingkan muka sambil mencari posisi yang paling nyaman untuk tidur. Tepat setelah buku kedua dan doa sebelum tidur selesai kubacakan, dia mulai terpejam dengan nyamannya. Rasanya damaaai sekali. Rupanya adikku sudah dipeluk kantuk yang hebat sedari tadi.
Namanya juga Yang Maha Hebat, Dia sudah merancang sedemikian rupa. Petang tadi, al-quran bercerita tentang salah satu ayat,
" Ingatlah ketika Alah membuat kamu mengantuk untuk membuat ketentraman dari-Nya....." Al Anfal 11.Kadang, aku suka mencaci diri sendiri yang kantuknya tidak terkendali. Kalau tugas menumpuk apalagi, kantuk dijadikan kambing hitam. Padahal siapa yang kurang baik memanajemen waktu? Kita sering lupa mensyukuri, menghakimi tanpa memahami. Padahal kantuk itu membuat tenteram. Coba kita tidak diberi Allah kesempatan untuk tidur, bagaimana rasanya? Tidak ada waktu istirahat. Coba sewaktu kita ingin hari ini cepat berlalu lalu memaksa mata ini terpejam, tapi tiba-tiba dia mogok, kita tidak diizinkan mengantuk. Bayangkan bagaimana rasanya?
Ya, kita harus mulai berhenti mengutuk kantuk dan mensyukuri atas nikmat yang tampak seperti kesengsaraan padahal hanya kita saja yang kurang memahami. Betapa sayangnya Allah sama kita :)
No comments:
Post a Comment