Friday, March 28, 2014

Kampanye dan Dangdut

hai, apik lagi uring-uringan nih habis lihat foto-foto kampanye parpol. Lama-lama sistem pemilu seperti ini udah nggak baik lagi ya. Bukannya mendidik, malah merusak. Bukannya bersaing sehat, malah saling menjatuhkan. Bila di kancah pemilihan saja sudah seperti itu, gimana waktu di pemerintahan nanti?


Yap kampanyeee, kampanye. Sebenernya apik ngga mempermasalahkan dangdutnya hanya sifat mempopulerkan dangdut yang tidak elegan (baca:seronok) dan timingnya berada di masa-masa kampanye itu yang kurang nyaman di hati. Memang sih kampanye itu merupakan salah satu upaya marketing, marketing is blood of a company. Tapi coba deh dipikir, kalau menawarkan suatu produk dengan cara yang "tidak elegan" menurut kalian apa produknya bagus? Apa produknya berkualitas? hehehe. Kembali lagi ke kampanye yah.... Kampanye memang merupakan upaya menggiring sebanyak-banyaknya masa ke bilik suara. Rogers dan Storey (1987) mendefinisikan kampanye sebagai “serangkaian tindakan komunikasi yang terencana dengan tujuan untuk menciptakan efek tertentu pada sejumlah besar khalayak yang dilakukan secara berkelanjutan pada kurun waktu tertentu” (Venus, 2004:7). See? berkelanjutan. Kalau secara berkelanjutan dijejelin hal-hal yang tidak elegan seperti ini ya... 

"mau dikataaaaaaa....kan apalagiiiii (raisa)" hahaha

Tujuan kampanye sendiri menurut Pfau dan Parrot merupakan upaya perubahan yang dikaukan terkait aspek pengetahuan, sikap, dan perilaku (Pfau dan Parrot, 1993:10). Nah tiga aspek itu kemudian oleh para ahli dianggap mesti dicapai untuk sinergi dan menciptakan perubahan.

Menjadi wakil rakyat, ataupun menjadi kepala mulai daerah hingga negara tentunya bukan orang biasa. Mereka seharusnya luar biasa dan juga cerdas. Harapannya, bisa melakukan perubahan dan upaya pencerdasan. Well, pada akhirnya kampanye yang seperti ini hanya membuat masyarakat kita berpikiran sempit. Mendengarkan janji-janji, lalu nyanyi, njoget, dangdutan, saweran, Ya Tuhan. Mau dibawa kemana Indonesia?

Kampanye seharusnya menghadirkan terobosan-terobosan untuk membangun, sehingga pada akhirnya orang berlomba-lomba untuk mengerjakan kebaikan. Kampanye sebagai ladang amal, baik yang berkampanye maupun objek kampanye. Para petinggi parpol sudah lebih taulaaah cara-cara yang membangun kan semuanya orang hebat dan pinter-pinter. Gencarin aja pembangunan-pembangunan! bangun jalan, infrastruktur, bina desa, seminar-seminar masyarakat desa yang dikemas seru, dll. Sehingga dana yang diberikan negara nantinya akan jadi dana bergulir untuk membangun dan bersifat jangka panjang dan pada akhirnya negara tidak perlu bekerja dua kali karena sudah sinergi dengan parpol. 


tagline beritanya : ****** mulai kampanye, dangdut menjadi senjata utamanya :((

tagline beritanya : Goyangan Hot penyanyi dangdut menjadi daya tarik kampanye
Please! hahaha

Gimanapun kayanya susah gitu yaa menerapkan kampanye-kampanye yang sehat dan mendidik, tapi come on kita harus berpikiran maju dan jangan melulu kuno dengan seneng dengan model promosinya parpol yang seperti itu. Mungkin kalau masyarakat cerdas dan nggak suka sama tipe kampanye yang seperti itu, parpol juga pelan-pelan merubah gaya kampanyenya.

Maaf ini cuma pendapat dari anak kecil yang masih belum tahu soal seluk beluk politik. Cuma iseng aja ngomong, cuma punya doa dan menaruh harap untuk negrinya yang butuh orang-orang yang mengubah menjadi lebih baik lagi! Indonesia harus terdidik! Jangan malah dangdutan, joget, sawer, yang ujung-ujungnya mendidik pornografi, ngga takut semesta marah? hehehe

Tau nggak kenapa dulu Romawi, Portugis, dan Spanyol jatuh? Karena mereka kalah di bidang pendidikan dan ilmu pengetahuan. Tahu nggak kenapa sekarang Singapura menjadi negara maju? Karena bapak Lee Kuan Yew itu orang hebat yang ingin Singapur menjadi negara yang disiplin, bermoral, dan beradab. See? Ketika negara-negara lain sudah mendewasakan diri dan berupaya menjadi bijak dengan menjadi negara terdidik, Indonesia masih betah dan nyaman dengan suasana yang seperti ini. Yuk buka mata, hati, telinga. Dan berbenah, bukan saling nyinyir dan mengutuk lho ya....sama aja dong ngga kelar-kelar. hehe

 SEMANGAT BERUBAH, INDONESIAKU!


source :
http://all-about-theory.blogspot.com/2010/03/pengertian-kampanye.html
http://www.academia.edu/3575433/KAMPANYE_dan_PROPAGANDA

1 comment:

  1. hahaha..... ironis

    sekalian mampir ya di forum kami

    http://arekbrono.netai.net/forum/

    ReplyDelete